*PBNU HARUS MEMPERJUANGKAN KHILAFAH* _




(Telaah atas Kitab Ahkamul Fuqoha fii Muqorroroti Muktamaroti Nahdlatil Ulama)_

Oleh: Irkham Fahmi, S.Sos.I

Sudah saatnya bagi generasi muda NU untuk memperjuangkan Islam sebagaimana apa yang telah dilakukan oleh aktivis-aktivis Hizbut Tahrir. Para kyai harus membangkitkan semangat santri dan jama’ahnya agar berani menyuarakan kebenaran.

Karena, selain sebagai seorang muslim yang wajib memperjuangkan agamanya, juga untuk menunjukkan eksistensi komunitas mereka dalam beramar ma’ruf nahy munkar. Ini yang harus benar-benar diperhatikan oleh elit PBNU jika tidak ingin ditinggalkan banyak jama’ahnya.

Ali Masykur Musa, tokoh muda NU, di hadapan ratusan kyai-kyai NU pernah menyatakan bahwa, wajar saja bila saat ini HTI banyak mendapat dukungan dari umat, karena umat melihat siapa yang bergerak. (nu.online, 2011).

Apa yang dikatakan Ali Masykur tidaklah berlebihan, mengingat saat ini banyak kalangan muda NU dan para kyai yang beralih jalur perjuangan pada HTI.

Mereka yang bergabung dengan HTI bukanlah santri-santri polos sebagaimana yang dikatakan oleh Ainurrofiq (Penulis buku Membongkar Proyek Khilafah Islamiyah Ala HTI), tetapi mereka adalah orang-orang yang mempunyai kecerdasan dalam membaca fakta sosial dan mengesampingkan rasa sombong.

Perlu dipahami, apa yang menimpa Partai FIS di Al-Jazair (26 Desember 1991), Masyumi di Indonesia (1959), Hamas di Palestina (2006), Ebarkan di Turki, dan terakhir Ikhwanul Muslimin di Mesir, semua itu menjadi bukti kuat atas liciknya sistem demokrasi. Semua partai di atas menang telak pada Pemilu di masanya, tetapi semuanya dianulir karena mereka hendak menerapkan konstitusi Islam. Padahal partai-partai tersebut menang berkat hasil Pemilu yang paling demokratis.

George W. Bush (mantan Presiden AS) dalam pidatonya pernah mengatakan bahwa, “Jika Kita mau melindungi Negara Kita (Amerika) dalam jangka panjang, hal terbaik yang harus dilakukan adalah menyebarkan kebebasan dan Demokrasi.” (Kompas, 6 November 2004).

Sudah sangat jelas bahwa demokrasi adalah sistem yang dipaksakan oleh negara-negara barat untuk menghadang laju kebangkitan Islam dan tegaknya syari’at Islam. Kesadaran akan hal inilah yang sedang dibangun oleh HTI.

Islam mempunyai sistem tersendiri dalam membangun peradaban manusia yang unggul, yakni Khilafah Islamiyah ‘ala Minhajin Nubuwwah.

Dalam Kitab Ahkamul Fuqaha, hal.776, diamanatkan: “(PBNU harus_ pen) terus mengupayakan pengembangan studi fiqih siyasah (politik) ‘ala Ahlussunnah walJama’ah”. (Keputusan Munas Alim Ulama dan Konbes NU, tahun 1418 H / 1997).

Sayangnya apa yang dikembangkan oleh PBNU saat ini bukanlah sistem politik Islam Sunni, melainkan sistem politik ala Barat wal Yahudi, yakni demokrasi.

Seiring dengan berjalannya waktu, hingga kini kondisi bangsa dan dunia Islam lainnya kian semakin darurat akibat penerapan demokrasi. Darah umat Islam begitu mudah ditumpahkan oleh orang-orang musuh-musuh Islam, banyak aturan-aturan Allah yang diabaikan oleh umatnya.

Umat Islam tidak akan bersatu tanpa adanya seorang Khalifah yang memimpin. Maka sudah sepatutnya bagi para ulama saat ini untuk memperjuangkan tegaknya kembali sistem Kekhilafahan Islam, karena kondisi umat kini sudah semakin darurat.

Dalil Kaidah Syariah mengenai hal ini adalah :

*ما لايتم الواجب إلا به فهو واجب*

Artinya: _“Jika suatu kewajiban tidak terlaksana secara sempurna kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu wajib pula hukumnya”._

Hizbut Tahrir sendiri sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan terhadap perbedaan madzhab maupun golongan. Bagi HT orang Alim dari kelompok manapun, apabila ia sudah memenuhi kriteria untuk menjadi Khalifah, maka ia berhak diangkat untuk menjadi Khalifah bagi kaum Muslimin.

Pertanyaannya, maukah umat Islam mengesampingkan ego dan fanatisme golongan demi terwujudnya sistem Kekhilafahan Islam yang akan mempersatukan kaum Muslimin di bawah panji *LAAILAAHA ILLAALLAH MUHAMMADUR RASUULULLAH?*
Baca Kitab Ahkamul Fuqoha fii Muqorroroti Muktamaroti Nahdlatil Ulama >http://syams76.blogspot.co.id/2015/02/kitab-ahkamul-fuqoha-hasil-muktamar-nu.html?m=1

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "*PBNU HARUS MEMPERJUANGKAN KHILAFAH* _"

Post a Comment