KHILAFAH SISTEM POLITIK TERBARU, DEMOKRASI SUDAH LAMA MEMBUSUK



Oleh : *Ahmad Sastra*
_Dosen Filsafat dan Peradaban_

Islam adalah agama akhir zaman yang sempurna dan menyempurnakan risalah para nabi sebelumnya. Al Qur’an adalah kitab terakhir sebagai pedoman hidup dunia dan keselamatan di akherat. Rasulullah adalah Nabi terakhir yang maknanya adalah nabi terbaru, jika dibandingkan 24 nabi sebelumnya. Sistem khilafah adalah sistem kenegaraan warisan Rasulullah untuk menerapkan syariah, menyatukan umat Islam sedunia dan menyebarkan dakwah Islam rahmatan lil alamin ke seluruh penjuru dunia.

Hal ini secara sederhana bisa dipahami bahwa khilafah adalah sistem terbaru, jika dibandingkan dengan sistem-sistem sebelumnya, seperti demokrasi. Demokrasi lahir dari para filosof yang lahir sebelum Rasulullah. Islam dengan sistem khilafahnya hadir untuk menggantikan sistem demokrasi yang sudah busuk.

Khilafah adalah sebuah kekuasaan politik yang manusiawi dimana seorang khalifah adalah manusia biasa. Namun, khalifah punya tugas berat, yakni mengejawantahkan kedaulatan hukum Allah untuk kebaikan seluruh manusia dan alam semesta. Kedaulatan hukum di tangan Allah, sementara kekuasaan di tangan khalifah.

Paradigma ini sangat pantas menjadi pengganti sistem busuk demokrasi yang menjadikan manusia sebagai tuhan pembuat hukum. Itulah mengapa dalam demokrasi kedaulatan hukum ada di tangan manusia. Apa jadinya jika hukum di tangan manusia dan mengabaikan hukum Allah yang menciptakan manusia dan alam semesta. Mudah dijawab : dunia akan hancur lebur. Buktinya ya sekarang ini.

Al Qur’an sebagai pedoman hidup yang sempurna telah menawarkan pandangan hidup Islam sebagai solusi atas persoalan manusia akhir zaman. Penerapan syariah Islam secara kaffah diwujudkan dalam daulah Madinah dan dilanjutkan dalam bentuk khilafah Islamiyah. Hal ini telah menjadi janji Allah bagi para pengikut Rasulullah.

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. (QS Annur : 55).

Secara ontologis, epistemologis dan aksiologis, khilafah bukanlah demokrasi, juga bukan kerajaan. Khilafah juga bukan republik atau federal, apalagi komunisme ateis. Islam adalah Islam, khilafah adalah khilafah, sistem khas berdasarkan kitabullah dan Sunnah Rasulullah. Sebagaimana Islam yang tidak sama dengan agama dan ideologi manapun, khilafah juga sistem politik Islam yang tidak sama dengan sistem politik manapun di dunia.

Maka jika ada orang yang mengatakan bahwa khilafah sudah basi, maka dia perlu belajar lagi agama. Tapi jika demokrasi sudah busuk, maka itulah fakta. Jika khilafah tidak usah dibicarakan lagi, tapi faktanya justru makin dirindukan oleh umat. Sebab kaum kafir dan munafik hendak memadamkan cahaya Allah, sementara Allah justru akan makin menyinarkan cahayaNya.

Jika ada orang yang mengatakan bahwa sistem khilafah sudah tidak relevan, maka dia harus belajar lagi melihat fakta-fakta kehancuran akibat sistem busuk demokrasi yang dipaksanakan diterapkan oleh negara-negara kafir Barat. Apakah kita sudah buta dan tuli atas segala fakta kerusakan di dunia ini ?. Apakah kita sudah buta dan tuli ?.

Demokrasi adalah sistem busuk anti Islam, maka seluruh negara yang menerapkan demokrasi sekuler pasti akan menolak khilafah. Sebagaimana Rasulullah dahulu kala juga ditolak oleh kaum kafir Quraisy, bukan karena Rasulullah salah, namun karena kekufuran secara genetik menolak Islam.

Apakah orang yang menolak khilafah berani menyalahkan Rasulullah disaat beliau ditolak oleh kafir Quraisy ?. Apakah ada yang berani menyalahkan Nabi Musa saat ditolak dan dimusuhi Fir’aun ?. Apakah ada yang berani menyalahkan Nabi Ibrahim saat ajarannya ditolak dan dimusuhi oleh Raja Namrud ?. Apakah berani menyalahkan para ulama pahlawan negeri ini saat dituduh dan dipenjarakan oleh kaum penjajah ?. Berani ?.

Khilafah secara normatif dan historis jelas ada, sementara secara empirik adalah rasional. Buktinya segala persoalan negeri ini tidak pernah kunjung selesai, sebab akar masalahnya adalah sistem busuk yang diterapkan. Sementara khilafah adalah sistem terbaru dan paling sempurna, karena merupakan warisan Rasulullah.

Jadi tinggal pilih, mau sistem yang baru dan sempurna atau sistem jadul yang sudah busuk ?. _Gitu aja kok repot_

*(AhmadSastra,KotaHujan,12/11/19 : 22.40 WIB)*

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KHILAFAH SISTEM POLITIK TERBARU, DEMOKRASI SUDAH LAMA MEMBUSUK"

Post a Comment