Syahidnya Singa Padang Pasir

 

#TodayinHistory Bertepatan dengan tanggal 26 Dzulhijjah 23 Hijriah, Dunia Islam kehilangan sosok pemimpin besar yang sangat dikagumi sepanjang sejarah. Umar bin Khattab wafat setelah ditikam oleh Abu Lu'luah seorang budak Persia.

Di era pemerintahan Umar bin Khattab selama 10 tahun lamanya, Kaum Muslimin membuka banyak wilayah, memajukan bidang sosial politik dan militer.

****

Enam kali tikaman belati bermata dua menusuk tubuh Khalifah berbadan tegak itu. Meskipun usianya menua, namun kegagahannya tak hilang bahkan makin berwibawa dengan rambutnya yang sebagian besar telah beruban. Buru-buru para sahabat menggapai tubuh Umar bin Khattab kemudian membaringkan beliau ke rumahnya.

Si pembunuh berusaha lari, namun ia dihadang oleh 13 sahabat yang dengan sigap menyergap. Meskipun begitu, belati Persia yang sudah ditaburi racun digunakannya untuk melawan, sehingga 6 sahabat terkena sabetannya dan kemudian wafat sebagai syahid. Abdurrahman bin Auf menyergapnya dengan kain surban sehingga si pembunuh tercekik, namun ia akhirnya menusukkan belati itu ke tubuhnya sendiri sampai akhirnya ia mati. Seperti itu dinukilkan dari Kitab Tarikh Ath Thabari dan Al Bidayah wa An Nihayah.

Matahari belum terbit, namun darah Umar telah begitu banyak tertumpah. Shalat subuh hari itu menjadi salah satu peristiwa paling menyedihkan dalam sejarah Umat Islam. Pembunuhnya, Fayrouz —dipanggil dengan Abu Lu'luah— seorang penuh kedengkian dari Persia telah menyiapkan rencana pembunuhan itu sedemikian matang. Ia berkonspirasi dengan beberapa orang Persia yang datang ke Madinah, di antaranya Hurmuzan dan Jufaina. Keahliannya menempa senjata membuatnya berkhianat pada Kaum Muslimin dengan cara membunuh seorang sahabat mulia.

Sedangkan Hurmuzan, ia merupakan mantan panglima besar Kerajaan Persia yang dijadikan tawanan. Karena ia merasa ingin dekat dengan pusat Kekhalifahan, ia memutuskan untuk masuk Islam dan beberapa kali mendatangi Umar bin Khattab. Sementara Jufaina, adalah seorang kristen Persia dari wilayah Al Hirah, yang ditugaskan oleh Sa'ad bin Abi Waqqash untuk mengajarkan anak-anaknya membaca dan menulis.

Dalam riwayat seorang sahabat bernama Abdurrahman bin Abu Bakar, suatu hari ia melihat Fayrouz, Hurmuzan dan Jufaina sedang berbicara melingkar di salah satu sudut jalan Madinah. Namun tiba-tiba ia melihat ada belati terjatuh dari pakaian Fayrouz. Ia membenarkan bahwa belati itu ternyata adalah belati yang sama yang digunakan untuk menikam Khalifah Umar bin Khattab.

Bahkan menurut beberapa riwayat sejarah, rencana pembunuhan Khalifah sudah mereka siapkan sejak Umar bin Khattab pergi haji. Peristiwa pembunuhan inipun terjadi setelah Umar bin Khattab belum lama menunaikan ibadah haji, dan di Makkah pun ada selentingan bahwa sekumpulan orang Persia ingin membunuh Umar di Jabal Arafah, namun gagal.

Di saat penuh duka itu, Umar bin Khattab sadar penuh bahwa ajalnya telah dekat. Ia berpikir bagaimana caranya teknis untuk mengangkat Khalifah sepeninggalnya. Sebenarnya ada 2 nama yang diusulkan oleh Umar bin Khattab untuk diangkat menjadi Khalifah untuk Kaum Muslimin, yaitu Abu Ubaidah bin Jarrah atau Salim Maula Abi Huzaifah. Namun keduanya telah wafat sebelum hari ditikamnya Umar.

Untuk itulah Umar memerintahkan untuk dibentuk tim formatur yang terdiri dari sahabat-sahabat senior. Para sahabat itu, berdasarkan nukilan Ibnu Katsir adalah: Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf dan Sa'ad bin Abi Waqqash. Abdullah bin Umar ditambahkan untuk menjadikan tim itu berjumlah ganjil, namun Umar memerintahkan agar anaknya tak diberikan hak untuk dipilih sebagai Khalifah.

Rahimakallah wahai Singa Padang Pasir. Khalifah hebat dengan segala kejeniusan dan kewibawaannya. Umat ini sangat rindu padamu, rindu hadirnya sosok pemimpin setegas engkau. Semoga Allah mengumpulkan kita bersama para sahabat dan syuhada. Aaamiin.

.

Sumber :

1. Al Bidayah wa An Nihayah, Abu Fida Ibnu Katsir

2. Tarikh Ath Thabari, Ibnu Jarir Ath Thabari

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Syahidnya Singa Padang Pasir"

Post a Comment