Ustazah Dedeh Wahidah: Tidak Ada Harapan dalam Demokrasi, Solusinya Dicabut dan Diganti!



Konsultan dan Trainer Keluarga Sakinah, Hj. Ir. Dedeh Wahidah Achmad turut menanggapi demokrasi yang dikaitkan dengan keyakinan umat Islam sebagai mayoritas penduduk Indonesia.

"Tidak ada harapan lagi pada demokrasi. Kerusakan demokrasi tidak bisa dipertahankan lagi. Solusinya hanya satu, dicabut dan diganti!," tuturnya dalam acara Risalah Akhir Tahun (RATU) 2020: Berkah dengan Khilafah, Sabtu (26/12/2020), secara daring.
Menurutnya, jika diibaratkan tanaman, demokrasi benar-benar tidak ada harapan meskipun dirawat sedemikian rupa. "Ibarat tanaman yang akarnya sudah busuk, tidak bisa lagi diharapkan kehidupannya sekalipun dipindahkan ke tanah yang subur, terus disirami. Dibasmi hama dan penyakitnya. Dia akan terus layu, menuju kematiannya yang pasti," jelasnya.

Karena itu ia meyakini, tidak ada alasan apapun untuk melanjutkan demokrasi sistem kehidupan buatan manusia. Ia mengingatkan bahwa dalam kaca mata Muslim, sistem aturan yang bukan berasal dari wahyu Allah SWT adalah sistem kufur sehingga haram mengadopsinya. Sebagai dalil, ia mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat al Maidah ayat 49-50.

"Wa anihkum bainahum bimaaa angzalallohu... A fa hukmal-jaahiliyyati yabghuun, wa man ahsanu minallohi hukmal liqoumiy yuuqinuun. Artinya, dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah... Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? Hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang meyakini agamanya?," pungkasnya.[] Dewi Srimurtiningsih

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ustazah Dedeh Wahidah: Tidak Ada Harapan dalam Demokrasi, Solusinya Dicabut dan Diganti!"

Post a Comment